Sabtu, 07 November 2009

Permasalahan Pertanian.
Masalah Pertanian
Dalam dunia pertanian terdapat beberapa masalah pertanian yang terbagi dalam dua bagian yaitu :
1. Masalah Pertanian Mikro
2. Masalah Pertanian Makro
1.Masalah Pertanian Mikro
yang mencakup dalam masalah Mikro adalah :
- Petani
- Keterampilan
2. Masalah Pertanian Makro
Yang mencakup dalam masalah pertian makro adalah :
- Pasca Panen
- Gangguan


1. Masalah Pertanian Mikro
A.Petani
Kenapa Petani termasuk dalam masalah pertanian ?
Jelas saja petani merupakan salah satu permasalahan pertanian karena Dalam dunia perkebunan Petani/pekerja merupakan orang yang langsung bergerak petani yang langsung bergerak dalam melakukan pekerjaan,yang tentu dibawah perintah atasannya.
Mis :
- Study kasus
Seorang atasan mempunyai perkiraan biaya dan lamanya dalam melakukan planning 1 hari dan membutuhkan 12 orang untuk melakukan perawatan areal dengan luas areal 25 Ha.dengan prestasi /hari yang dilakukan pekerja 2ha/hari,tetapi realisasinya Jumlah petani yang ada hanya 10 orang.
-Bekerja tidak efisien
Petani yang tidak mau mendengar arahan atau perintah atasan nya sehingga petani tersebut bisa membatalkan planning yang telah dibuat oleh atasan dan bisa Menjadikan jumlah cost yang semakin besar.

B.Keterampilan
Yang mempengaruhi keterampilan merupakan sebuah permasalahan pertanian yaitu :
 Sistem pendidikan rendah
Study kasus :
- Dalam dunia pertanian dibutuhkan keahlian atau keterampilan,misalnya dalam proses pengambilan buah.jika tidak mempunyai keterampilan bagaimana cara atau teknik
 Keterbatasan penguasaan teknik budidaya pada tanaman budidaya kelapa sawit
untuk mengambil buah tersebut, maka buah tersebut tidak akan bisa di ambil.
Study kasus :
- Karena kurang nya pengawasan maka para petani tersbut yang tidak tau bagaimana cara pengambilan buah, maka buah tersebut,kalau tersebut secara tidak lansung maka produksi akan menurun.

2. Permasalahan Pertanian Makro
 Yang mencakup dalam permasalahan Mikro yaitu :
a. Kelompok faktor bahan tanaman
b. Kelompok faktor esensiil
c. Kelompok faktor pasca panen
d. Kelompok faktor iklim
e. Kelompok faktor gangguan
f. Kelompok faktor sosial ekonomi, dll
Dari bebarapa point diatas pembahas hanya membahas Kelompok Faktor Pasca Panen dan Kelompok Faktor Gangguan.

a. Pasca Panen

Yang dimaksud dengan pasca panen yaitu : suatu peristiwa yang telah dilakukan setelah selesai panen.

Yang mencakup permasalahan pertanian pasca panen adalah :
- Buah yang diambil tidak sesuai dengan kriteria
Tidak semua buah dapat di ambil atau dipanen tentunya mampunyai kriteria matang penen.
- Lamanya buah diantar kepabrik untuk diolah
Beberapa faktor yang menyebabkan lamanya buah diantar kepabrik yaitu :
• Keterbatasan kapasitas pabrik untuk mengolah buah
• Jalan yang kurang bagus
• Produksi buah sangat tinggi

b.Gangguan
Gangguan tergolong dalam beberap hal,diantaranya :
 Gangguan Hama
 Gangguan Penyakit
 Gangguan Unsur Hara

Gangguan Hama
Hama kelapa sawit adalah semua organisme yang hidup dan mengganggu
Tanaman sehingga menimbulkan kerugian secar ekonomis
Faktor yang mempengaruhi hama adalah :
- Iklim
- Pertumbuhan atau perkembangan hama
- Pengawasan dan pengendalian.
Salah satu mengatasi hama ini adalah dengan melakukan pengendalian secara kimiawi ataupun pengelolaan hama terpadu ( pengelolaan atau pengendalian secar biologis ).
Pengendalian secara kiiawi dalah pengendalian yang dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan kimia,sedangkan secara biologis pengndalian yang dilakukan dengan OPT atau pengendalian yang dilakukan dengan mahluk lain.misalnya pengendalian hama tikus yang dikendalikan dengan pemeliaharaan burung hantu.

Gangguan Penyakit
Penyakit adalah : suatu proses gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh suatu patogen atau lingkungan hidup yang tidak cocok.
Penyakit ini tidak menyerang pada tanaman juga, bahkan bisa menyerang pada usia tanaman yang masih muda salah satu nya penyakit antraknosa
Bibit.
Sebab – sebab timbulnya peyakit
- Lingkungan
- Inang
Penyakit merupakan suatu proses yang tidak statis, tetapi merupakn proses yang dinamis.penyakit ini akan berubah,meningkat atau menurun,bertambah atau berkurang dari waktu kewaktu.kenyataan ini dirumuskan dalam suatu konsep yang disebut piramida penyakit ( Disease Pyramid ).dari konsep ini kemudian berkembang pengukuran laju penyakit dan epidemologi penyakit ( van der plan, 1963 ).
Pengelolaan Penyakit
Pengelolaan hama penyakit memberikan gambaran bahw usaha baru dilakukan setelah gngguan itu timbul.
Pelaksanaan Pengelolaan Penyakit
Tehnik – tehnik pengelolaan penyakit perkebunan dapat dikelompokkan beberapa kelompok,yaitu pengendalian dengan cara :
a. Pengendalian dengan bertanam
b. Cara fisis dan mekanis
c. Cara kimia

a. Pengendalian dengan bertanam
Pada umumnya pengelolaan dengan cara bertanam tiak membeikan pengaruh yang mengesankan seperti cara pemakaian pestisida.namun pada umunya tidak memerlukan banyak biaya.
Beberapa contoh dengan cara bertanam :
- Tanaman pembantu
Tanaman pembantu atau yang biasa disebut dengan tanaman kacangan dapat meningkat kan lesuburan tanah dan memperbaiki keseimbangan hayati dalam tanah sehingga dapat mengurangi penyakit terbawa tanah.
- Bibit yang sehat
Bibit yang sakit terutama penyakit akar akanmenjadi sumber penyakit dilapangan.oleh karena itu, bibit yang akan di tanam harus dipilih bibit yang betul betul bebas daru patogen.
- Pengendalian Gulma
Selain mengganggu tanaman utama secara langsung melalui persaingan ,gulma dapat meningkat kan kelmbaban pertanaman dan dapat menjadi tumbuhan inang perantara dari beberapa macam penyakit.
- Pengolahan Tanah
Pengolahan Tanah dengan pembajakan akan dapt membersihkan sisa-sisa tanaman yang akan menjadi sumber penyakit yang disebabkan oleh patogen terbawa tanah.
b. Cara Fisis dan mekanis
Cara – Cara dan mekanis merupakan cara pengendalian hama hama dan penyakit yang paling tua.anjuran klasik yang diberikan adalah potong atau cabut dan bakar.tanaman yang sakit dengan anjuran tersebut bertujuan untuk mengurangi sumber penyakit.

c.Pengendalian secara kimiawi
Dewasa ini dikenal fungisida protekan/kontak dan fungisida sistemik yang mencegah terjadinya infeksi yang terjadi diluar tubuh tanaman.fungisida sistemik tidak mudah tercuci, sehingga sesuai untuk daerah tropis yang mempunyai banyak hujan,tetapi fungisida sistemik ini dapat mendorong terjadinya mutasi pada patogen,pemakaiannya peru dibatasi.
Beberapa contoh Penyakit Budidaya Tanaman Kelapa Sawit
 Penyakit Busuk Pangkal Batang ( Ganodema ).
Para ahli umumnya sependapat bahwa penyakit busuk pangkal batang ini adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma Sp.
Gejala
 Adanya pembusukan pada pangkal batang
 Daun – daun memucat seperti kekurangan unsur hara
 Sering dijumpai adanya aun muda yang tidak membuka ( lbih dari 2 )


Unsur Hara
Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman terdapat kelainan atau penyimpangan – penyimpangan dan dapat pula tanaman tersebut mati muda.
Perebutan unsur hara tanaman juga dipengaruhi oleh gulma yang tumbuh disekitar tanaman.
Unsur Hara berperan penting dalam pertumbuhan dan kesuburan tanaman,apabila kandungan unsur hara hara itu rendah maka tanaman akan bisa menimbulkan penyakit/ atau tanaman yang tidak sehat. Perebutan unsur hara tanaman juga dipengaruhi oleh gulma yang tumbuh disekitar tanaman.jika kandungan unsur hara kurang maka akan menghambat pertumbuhan dan unsur hara secara langsung terlibat dalam metabolisme.
Unsur hara dibagi atas 2 bagian
- Esensil unsur hara makro
- Esensil unsur hara mikro
Esensiil Unsur Hara Makro
a. C (karbon) e. P (phosfor)
b. H (hidrogen) f. K (kalium)
c. N (nitrogen) g. Ca (calsium)
d. S (belerang) h. Mg (magnesium )

 Esensiil Unsur Hara Mikro
a. Fe (besi) g. Cr (khlor)
b. B (boron) h. Na (natrium)
c. Zn (seng) i. Si ( silikon)
d. Cu (tembaga) j. Co (kobalt)
e. Mo (molibden) k. Al (aluminium)
f. Mn (mangan)


MENGENALI GEJALA KEKURANGAN UNSUR MIKRO PADA TANAMAN

MENGENALI GEJALA KEKURANGAN UNSUR MIKRO PADA TANAMAN PERKEBUNAN DAN UPAYA PENANGANANNYA
Kerusakan pada tanaman seringkali tidak hanya disebabkan oleh adanya serangan hama dan penyakit. Tidak jarang kematian tanaman disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan seperti kelebihan atau kekurangan air, suhu yang terlalu ekstrim serta kelebihan atau kekurangan unsur hara mikro. Pada umumnya orang lebih banyak memberikan perhatiannya pada unsur hara makro, padahal pada kenyataannya unsur hara mikro memegang peranan yang tidak kalah penting. Adanya kekurangan pada salah satu unsur mikro dapat juga menimbulkan kerusakan yang serius pada tanaman. Begitupun sebaliknya, dalam hubungannya dengan tanaman adalah bahwa setiap jenis tanaman berbeda-beda kebutuhannya akan unsur mikro sehingga kelebihan sedikit saja akan bersifat racun bagi tanaman. Berikut adalah gejala yang timbul akibat kekurangan dari masing-masing unsur mikro.
GEJALA KEKURANGAN UNSUR MIKRO
1. Kekurangan unsur besi (Fe) Di daerah dengan tanah berkapur, kekurangan zat besi pada tanaman akan menimbulkan gejala klorosis (penguningan) di antara tulang-tulang daun terutama pada daun-daun muda. Gejala klorosis dapat bervariasi dari yang ringan sampai parah dan mudah untuk dikenal atau diidentifikasi.
Gejala klorosis tersebut antara lain:
• Klorosis ringan: daun-daun berwarna hijau pucat atau hijau kekuningan di antara tulang-tulang daun _ Klorosis sedang: Daun-daun baru mempunyai bagian-bagian yang benar-benar berwarna kuning tetapi tulang-tulang daun, bahkan tulang-tulang daun yang kecil tetap berwarna hijau normal. _ Klorosis parah: daun-daun baru berwarna kuning pucat sampai berwarna seperti jerami, tulang daun tengah/utama mungkin tidak hijau lagi. Pada saat musim panas bisa timbul bercak-bercak berwarna coklat pada daun; seluruh atau sebagian daun menjadi kering, daun-daun bisa gugur.
• Kekurangan Unsur Seng (Zn) Kekurangan Zn pada tanaman mempunyai beberapa macam gejala pokok yang berbeda dan tergantung pada jenis-jenis tanaman. Problem ini sangat penting bagi tanaman berkayu. Berikut adalah uraian dari gejala kekurangan Zn _ Terjadi salah tumbuh pada ujung akar dan terjadi kelambatan tunas di pucuk karena pembelahan sel maristem tidak sempurna.
• Kekurangan Unsur Magnesium (Mg) Gejala yang timbul berupa klorosis seperti gejala kekurangan unsur besi dengan bagian-bagian berwarna hijau di sisi tulang-tulang daun. Gejala lain yang timbul adalah terbentuknya warna hijau gelap seperti huruf ”V” pada daerah pangkal daun, sedangkan bagian-bagian daun lainnya berwarna kuning seluruhnya atau sebagian.
• Kekurangan Unsur Tembaga (Cu) Kekurangan unsur tembaga dapat menyebabkan terjadinya mati ranting (die-back). Gejala awal yang muncul adalah daun berwarna hijau gelap dengan ukuran yang besar, ranting-ranting berwarna coklat, lalu mati dari pucuk ke bawah (die-back), buah-buah berukuran kecil, berwarna coklat dengan kantong-kantong gum di dalam sudut-sudut dari segmen-segmen bagian dalam buah.
• Kekurangan Boron _ Daun mengering dan kurus, bagian ujung daun menjadi coklat _ Pada kondisi temperatur tinggi atau terjadi perbedaan temperatur udara siang dan malam yang signifikan (lebih dari 10°C), tanaman yang kekurangan Boron akan menunjukkan gejala berupa kelopak bunga menjadi pecah _ Pertumbuhan rata-rata tanaman merosot, tanaman menjadi kerdil dengan ruasruas yang pendek dan dapat juga berhenti pertumbuhannya _ Batang dari tanaman menjadi kaku dan pecah-pecah/retak





PENANGANAN
1. Meminimalkan faktor penyebab kekurangan unsur hara mikro. Rendahnya unsur hara mikro dalam tanah dapat disebabkan beberapa faktor antara lain: a. Kesalahan dalam teknik budidaya b. Terjadi secara alami karena beberapa hal antara lain: _ Terangkutnya unsur mikro bersama bagian tanaman yang dipanen sehingga persediaannya dalam tanah mencapai titik yang tidak dapat lagi menunjang pertumbuhan tanaman secara optimal. _ Adanya proses pencucian terutama pada tanah yang berpasir. _ Tanah yang ditanami secara intensif, namun pupuk yang diberikan hanya mengandung unsur hara makro saja.
2. Pemupukan Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara mikro, kita harus melakukan pemupukan tambahan dengan memberikan pupuk pelengkap. Bisa juga kita menggunakan pupuk campuran yang didalamnya sudah mengandung unsur hara makro maupun mikro. Adapun pemberian pupuk tersebut dapat dilakukan melalui akar ataupun lewat daun.
3. Pengaturan PH Tanah Mengingat pH tanah sangat berpengaruh terhadap tingkat ketersediaan unsur hara mikro, maka pengaturan pH tanah sangat diperlukan. Bila pH tanah rendah, maka dapat dinaikkan dengan pengapuran (dolomit atau kiseret) sedangkan pada pH tinggi dapat diturunkan dengan memberikan belerang. Pada tanah yang ber-pH 5.5 – 6.2 jarang terjadi kekurangan unsur mikro.

Ketersediaan Hara
Ketersediaan hara mempengaruhi pertumbuhan sedangkan pertumbuhan dipengaruhi oleh Faktor-faktor :
A.Tanah
Tanah Sifat Fisik : - Tekstur
- Struktur
- Konsistensi
- Berat Jenis
- permeabilitas

Sifat Kimia dan Kesuburan
- pH Tanah
- KTK ( Konsentrasi kisaran kritis )
- Kejenuhan Basa
- Bahan Organik
- Unsur – Unsur Hara

B. Iklim
- Suhu
- Penyinaran
- Angin
- Curah Hujan

C. Tanaman - Jenis atau Varietas

Sumber Hara :
- Tanah - Udara
- Air - Pupuk ( Organik dan an Organik )

Mekanisme Serapan Hara
Intersepsi / Penyerapan : Pertukaran langsung hara dengan akar.semakin banyak akar yangbersentuhan maka hara yangdiserap juga akan semakin banyak.
Faktor – Faktor yang mempengaruhi Serapan Hara
- Persediaan Oksigen
- Suhu
- Kandungan Ait tanah
- Distribusi akar



Gulma
Gulma adalah :Tumbuh-tumbuhan( tidak termasuh jamur) yang tumbuh pada tempat yang tidak di inginkan oleh tanaman yang dibudidayakan Sehingga menimbulkan kerugian pada tanaman dan pada manusia sendiri.
Kerugian – kerugian yang timbilkan oleh gulma :
Pengaruh persaingan dalam perebutan unsur hara sehingganmengurangi kandungan unsur hara
- Persaingan dalm pengambilan air
- Menyulitkan pengawasan dilapangan
- Membelit tanaman

Tidak ada komentar: